Tampilkan postingan dengan label Moslem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moslem. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2011

Islam di Indonesia



ISLAM DI INDONESIA


Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam menjadi mayoritas, namun Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.


Sejarah masuknya Islam

Penyebaran Islam (1200 - 1600)
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penyebaran Islam di Indonesia (1200 – 1600)

Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat.

Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.

Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M.

Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat
.
Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera (Barus). Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Sriwijaya
.
Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra [Sima dari Kalingga masuk Islam.

Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).


Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat
Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mazhab Safi’i.

Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M) di Gresik.


Masa kolonial
Pada abad ke-17 Masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembangan selanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.

Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang. Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawan penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:

• Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan ulama dengan adat, contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
• Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia Belanda, yang juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah. Dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.

Di akhir abad ke-19, muncul ideologi pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-ulama Minangkabau yang belajar di Kairo, Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut, di antara mereka ialah Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah. Pembaruan Islam yang tumbuh begitu pesat didukung dengan berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir.

Demografi
Sebagian besar ummat Islam di Islam berada di wilayah Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara dan enklave tertentu di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Tual dan lain-lain.

Pengadaan transmigrasi dari Jawa dan Madura yang secara besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Suharto selama tiga dekade ke wilayah Timur Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk Muslim disana. Untuk pertamakalinya, pada tahun 1990an ummat Kristen menjadi minoritas di Maluku Kebijakan transmigrasi ini, yang telah melebarkan kesenjangan sosial dan ekonomi, mengakibatkan sejumlah konflik di Maluku, Sulawesi Tengah dan sebagian wilayah Papua.


Arsitektur Islam di Indonesia
Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia. Rumah Betawi salah satunya, adalah bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Pada salah satu forum tanya jawab di situs Era Muslim, disebutkan bahwa Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan ada bale-bale untuk tempat berkumpul, adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.

Masjid
Masjid Raya Medan al Ma'shun, adalah salah satu ciri bangunan berarsitektur Islam yang ada di Indonesia

Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah.

Pendidikan
Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, juga dianggap sebagai sistem pendididikan paling tua di Indonesia.
Selain itu, dalam pendidikan Islam di Indonesia juga dikenal adanya Madrasah Ibtidaiyah (dasar), Madrasah Tsanawiyah (lanjutan), dan Madrasah Aliyah (menengah). Untuk tingkat universitas Islam di Indonesia juga kian maju seiring dengan perkembangan zaman, hal ini dapat dilihat dari terus beragamnya universitas Islam. Hampir disetiap provinsi di Indonesia dapat dijumpai Institut Agama Islam Negeri serta beberapa universitas Islam lainnya.

Organisasi
Terdapat beberapa organisasi Islam di Islam, di antaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamiat Khair sebuah organisasi Islam tempat para ulama dan aktivis bergabung, tempat bermulanya Ahmad Soorkati mengawali karier dakwahnya di Indonesia. Ia diundang secara khusus oleh gerakan ini untuk menjadi pengajar pada berbagai badan pendidikan yang dirintisnya pada tahun 1912. Ia datang dari Sudan, membawa dan mengusung pola pikir rasional dalam berbagai kuliahnya. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 35 juta. NU seringkali dikategorikan sebagai Islam tradisional, salah satunya karena sistem pendidikan pesantrennya. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua, dengan anggotanya yang sekitar 30 juta. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan tinggi serta ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain ketiga organisasi diatas, di Indonesia juga dikenal adanya Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, dan Hizbut Tahrir Indonesia

Politik Islam di Indonesia
Dengan mayoritas berpenduduk Muslim, politik di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan peranan ummat Islam. Walau demikian, Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam, namun ada beberapa daerah yang diberikan keistimewaan untuk menerapkan syariat Islam, seperti Aceh.

Seiring dengan reformasi 1998, di Indonesia jumlah partai politik Islam kian bertambah. Bila sebelumnya hanya ada satu partai politik Islam, yakni Partai Persatuan Pembangunan -akibat adanya kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah partai politik, pada pemilu 2004 terdapat enam partai politik yang berasaskan Islam, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Bulan Bintang.

Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Indonesia


Salam SUKSES by :
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/

personal brand, brand pribadi, merk pribadi, internet marketing, multi level marketing, network marketing, bisnis online, identitas pribadi, pengenal diri, identitas diri, MLM, DS, Direct Selling, pemasaran berjenjang, Prinsip Membangun Personal Brand,

islam, muslim, Moslem, Indonesia, penyebaran agama islam, sejarah islam Indonesia, dakwah, muallaf, masjid, mosque, musholla, partai politik islam, organisasi islam, umat islam, pendidikan islam,

PANITIA PEMBANGUNAN MASJID / MUSHOLLA MEDIO RAYA - TEMBESI – TRANS BARELANG - BATAM




PANITIA PEMBANGUNAN MASJID / MUSHOLLA MEDIO RAYA - TEMBESI – TRANS BARELANG - BATAM

MUSHOLLA AL-MUTAQQIN
Sekretariat : Musholla Al-Muttawin Perum. Medio Raya RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung – Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia
Hp. +6281377744845 Fax +62778 - 391515

Mengajak Kaum Muslimin Membangun, Meramaikan Dan Memakmurkan Masjid / Musholla Medio Raya – Trans Barelang – Pulau Batam – Indonesia

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah SWT. Kita memohon pertolongan-Nya dan ampunan serta perlindungan-Nya dari segala keburukan dan kelemahan. Barangsiapa yang diberi hidayah-NYA, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi, dan barangsiapa yang tidak mendapat hidayah, tidak ada sesuatu pula yang mampu menolongnya. Subhanallahi walhamdulillahi walaa ilaha illallah wallahu akbar.

Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah menyampaikan risalah-Nya, memberi nasehat dan membawa umat menuju kesempurnaan hidup lahir batin, dunia akhirat. Kita berharap termasuk umatnya yang mendapat syafa’at Beliau, nanti di Yaumil Akhir. Amin

Bersama ini kami sampaikan proposal singkat ke hadapan Bapak dan Ibu, dengan maksud sebagai media untuk menjelaskan rencana pembangunan Musholla/Masjid Al Mutaqqin di Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam. Tentunya kami berharap, partisipasi nyata berupa dukungan moril dan materiil, sebagai salah satu waqaf, infaq dan sodaqah jariyah bagi Bapak dan Ibu. Kami berdo’a, semoga keikhlasan Bapak dan Ibu menjadi jalan menuju ketaqwaan dan Insya Allah Bapak dan Ibu termasuk golongan orang-orang yang sesuai dengan hadits Nabi yaitu: orang-orang yang akan dibangunkan sebuah istana di surga-Nya Allah, karena telah membangun rumah Allah di muka bumi ini. Amiin Yaa Rabbal’alamin.

Billahittaufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


1. PENDAHULUAN

Barangsiapa mendirikan karena Allah sesuatu Masjid, niscaya Allah mendirikan untuknya seperti yang ia Telah dirikan itu, di dalam Surga (HR. Bukhori dan Muslim)

Masjid berarti tempat untuk bersujud. Secara terminologis Masjid juga dapat diartikan sebagai tempat beribadah umat Islam, khususnya dalam melaksanakan sholat. Masjid sering disebut dengan Baitullah (rumah Allah), yaitu rumah yang dibangun untuk mengabdi kepada Allah, karena itu setiap Masjid yang dibangun adalah diperuntukkan bagi kaum muslimin supaya dipergunakan sebagai sarana mengabdi kepada Allah.

Meskipun fungsi utamanya sebagai tempat untuk menegakkan sholat, khususnya sholat berjama’ah, namun Masjid dapat dipergunakan untuk kegiatan lainnya. Di masa Rasulullah, Masjid selain dipergunakan untuk sholat juga untuk kepentingan sosial. Loka karya idarah Masjid di Jakarta pada tahun 1974 telah merumuskan pengertian istilah Masjid sebagai berikut:

“Masjid ialah tempat untuk beribadah kepada Allah semata dan sebagai
pusat kebudayaan Islam”.

Pengertian tersebut memberikan warna tersendiri bagi umat Islam pada masa sekarang. Maka tidaklah mengherankan apabila kita temui Masjid yang telah dikelola dengan baik, terawat kebersihan, kesehatan dan keindahannya, terorganisir dengan management yang baik serta dilengkapi dengan sarana pelayanan masyarakat seperti: kantor sekretariat, ruang serba guna, Majelis Ta’lim, Tempat Kegiatan Remaja Masjid, Toko, Taman Pendidikan Al Quraan (TPA), Perpustakaan dan lain sebagainya.

Manusia diciptakan Alloh SWT agar menjadi umat yang taat dan ber-amal ibadah kepada-Nya. Salah satu cara untuk taat dan terus menerus menyembah Alloh SWT tanpa kesyirikan adalah melakukan ibadah secara ikhlas. Ibadah dapat menjadi tolok ukur dan penilaian kualitas seseorang untuk mendapat predikat muslim. Sesuai dengan janji Alloh SWT bahwa setiap muslim yang taat dan selalu beribadah akan ditempatkan dalam surga di akherat kelak.

Untuk menjalankan amalan ibadah tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan sarananya berupa pembangunan masjid atau musholla. Musholla merupakan sarana ibadah yang cukup efektif karena ditempat suci inilah umat Islam dapat menjalankan ibadah secara berjamaah. Musholla juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat ukuwah Islamiyah dan menjadi sarana pergaulan sosial antar muslim. Mengingat pentingnya fungsi musholla/masjid, maka pembangunan dan keberadaannya sangat dibutuhkan bagi setiap warga muslim. Adanya sarana ibadah dapat menjadi tanda bahwa kehidupan beragama di pemukiman tertentu adalah sehat dan berdenyut.

Mengingat pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka kami warga Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam bermaksud untuk mendirikan tempat peribadatan dengan nama Musholla “Al Mutaqqin” beserta sarana pendukung kegiatannya, khususnya Taman Pendidikan Al Quraan (TPA) / PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Keberadaan musholla sangat dinantikan oleh keluarga muslim di Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam. Dalam jangka pendek, pembangunan musholla diharapkan dapat menjadi sarana bersama bagi seluruh warga muslim untuk melakukan ibadah terutama sholat secara berjamaah. Dalam jangka menengah, keberadaannya dapat menjadi sarana untuk menjalankan ibadah-ibadah yang lain, misalnya untuk pengajian keluarga muslim dan pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an. Dalam jangka panjang, keberadaan musholla akan dikembangkan menjadi masjid besar dengan berbagai sarana pelengkap yang memadai sebagai penunjangnya, yang diharapkan dapat menjadi sarana yang efektif dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama antar warga muslim di Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam dan sekitarnya.

Saat ini kami terus berupaya mengembangkan kegiatan pendidikan dan da'wah. Alhamdulillah kegiatan tersebut mulai berjalan dengan baik dan teratur, meskipun Tempat Pendidikan Alqur'an (TPA) / PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) untuk anak - anak dan kegiatan Majelis Ta’lim untuk Bapak-Bapak serta Majelis Ta’lim untuk Ibu-Ibu untuk sementara waktu menumpang di rumah salah satu warga, sedangkan kegiatan Remaja Masjid masih berupa wacana dikarenakan bangunan masjid / musholla sebagai tempat berkumpul dan berkegiatan belum siap konstruksi bangunannya.

Kegiatan Ibadah, Pendidikan dan Da'wah akan menjadi lebih sempurna jika pembangunan Musholla Al Mutaqqin tersebut dapat terealisasi.

Saat ini bangunan musholla baru saja berdiri ala kadarnya dengan sumber dana terbatas dari keikhlasan dan tekad bulat untuk beramal jariyah masyarakat muslim Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam untuk pembangunan sarana ibadah tersebut, yang dibangun secara bergotong royong - saling bahu membahu tak kenal lelah oleh masyarakat yang mulai dikerjakan sejak hari Minggu / Ahad tanggal 25 Juli 2010.

Musholla direncanakan didirikan di atas tanah / lahan yang disediakan oleh PT.Widyacipta Fortuna sebagai developer/pengembang perumahan Medio Raya yang berfungsi sebagai fasilitas umum dan sosial seluas 11 X 20 M2. Warga muslim perumahan Medio Raya berharap agar sarana tersebut dapat segera berdiri tempat ibadah yang dapat digunakan bersama-sama terutama saat menjelang bulan Ramadhan. Konsekuensi dari harapan tersebut harus didukung oleh kemampuan finansial agar bangunan musholla dapat terwujud dengan lancar.

Semoga niat luhur dan mulia dari warga muslim ber-amal untuk pembangunan musholla dapat bernilai ibadah. Keinginan ini sekaligus untuk menciptakan suasana kehidupan beragama Islam yang harmonis khususnya di Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam yang relatif baru dan berkembang cukup cepat.

Bilamana anda berniat untuk menyisihkan sebagian rezeki anda untuk berpartisipasi atau beramal dalam pembangunan musholla ini, silahkan anda baca selengkapnya proposal pembangunan Musholla Al-Mutaqqin yang beralamat di Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam.

2. TUJUAN
• Sebagai tempat untuk melakukan ibadah terutama sholat berjamaah secara rutin agar kualitas sholat dapat terjaga dan meningkat.
• Sarana untuk pencerahan dan pendidikan Agama Islam secara nonformal, misalnya pengajian keluarga muslim, dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) bagi generasi muslim Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam dan sekitarnya.
• Sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi khususnya antar warga muslim dan warga lainnya.

3. SASARAN
• Seluruh warga muslim di Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam dan sekitarnya.
• Generasi anak Islam dan generasi muda Islam Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam dan sekitarnya.

4. NAMA MUSHOLLA DAN LOKASI
Sesuai dengan hasil musyawarah warga muslim di Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam maka musholla yang akan didirikan diberi nama Musholla Al – Mutaqqin. Nama tersebut bertujuan agar semua jamaah yang datang ke musholla selalu bertaqwa kepada Alloh SWT dan memperoleh pertolongan dari Alloh SWT dalam segala hal. Musholla dibangun dengan ukuran 11 x 20 M2 di lahan fasos/fasum Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam. Pembangunan sudah dimulai sejak sejak hari Minggu / Ahad tanggal 25 Juli 2010.

FKMM (Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Medio Raya)
Sekretariat : Musholla Al Mutaqqin Perum. Medio Raya RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung – Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia
Hp +6281270516575 Fax +62778 - 391515

STRUKTUR PANITIA PEMBANGUNAN MUSHOLLA AL – MUTAQQIN KOMPLEK PERUMAHAN MEDIO RAYA – TEMBESI – TRANS BARELANG – KOTA BATAM

PELINDUNG
• Bp. Nano Swarda (Lurah Tembesi, Kecamatan Sagulung – Kota Batam)
• Bp. Yasmin Toulipan (Ketua RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung – Kota Batam)

KETUA : Bp. Hanif Tarmizi

SEKRETARIS : Bp. Heri Kusyanto

BENDAHARA : Bp. Hardin

SEKSI-SEKSI:

1. SEKSI PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN
Koordinator : Bp. Imam Santoso
Anggota :
1) Bp. Heru Usi S.
2) Bp. Nova Solihin
3) Bp. Sriyono
4) Bp. Bayu
5) Bp. Jamal Siregar

2. SEKSI HUMAS
Koordinator : Bp. Hari
Anggota :
1) Bp. Fery
2) Bp. Agus
3) Bp. Roni
4) Bp. P. Vini

3. SEKSI PERLENGKAPAN
Koordinator : Bp. Renali
Anggota :
1) Bp. Andi
2) Bp. Bagus Devtri
3) Bp. Zein

4. SEKSI DAKWAH
Koordinator : Bp. Ust. Ismu Muthorik
Anggota
1) Ibu Umi Nabil
2) Ibu Wiji Lestari

6. RENCANA ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN MUSHOLLA
Pembangunan Musholla Al–Mutaqin membutuhkan biaya total sebesar Rp. 258.473.387,00 (Dua ratus lima puluh delapan juta empat ratus tujuh puluh tiga ribu tiga ratus delapan puluh tujuh rupiah).

7. SUMBER DANA
Sumber dana berasal dari swadaya Warga Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam, dan Hamba Alloh lain yang ingin menyisihkan sebagian hartanya.

Bagi pihak yang ingin beramal, Infaq, shodaqoh, wakaf dan amal jariyyah ataupun dalam bentuk lain dapat menghubungi salah satu panitia sebagai berikut:

Hp. +6285274009834 (Bp. Hanif Tarmizi – Ketua FKMM)
Hp. +6282169126675 (Bp. Hardin – Bendahara FKMM)
Hp. +6281270516575 (Bp. Heri Kusyanto – Sekretaris FKMM)
Hp. +6281377744845 (Bp. Ust.Ismu Muthorik – Seksi Dakwah FKMM)
Hp. +6282169880621 (Bp. Imam Santoso – Seksi Perencanaan & Pembangunan FKMM)

Atau bisa datang langsung ke sekretariat FKMM (Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Medio Raya) di Musholla Al-Mutaqqin Perum. Medio Raya RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung – Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia

8. VISI DAN MISI

Visi
• Mewujudkan Masjid / Musholla sebagai Pusat peningkatan keimanan dan nilai-nilai Islami serta Pencerahan Intelektual bagi umat Islam

Misi
• Menjadikan Masjid / Musholla sebagai konsep dan trend masjid masa depan
• Meningkatkan kualitas umat secara terpadu baik dalam hubungannya di masyarakat maupun dengan Allah SWT
• Wahana pemberdayaan sumber daya umat yang berahlak karim dan meningkatkan kesejahteraan umat

9. PEMBANGUNAN MUSHOLLA YANG SUDAH BERJALAN SAAT INI
Saat ini pembangunan Musholla Al-Mutaqqin sudah mulai berjalan yang dikerjakan secara bergotong-royong dan dimulai sejak hari Minggu / Ahad tanggal 25 Juli 2010 dengan rencana pembangunan sementara hanya menggunakan tanah seluas 6 X 6 M2 dari luas tanah 11 x 20 M2 yang tersedia, yang untuk sementara waktu masih dibangun semi permanen karena keterbatasan dana swadaya masyarakat yang berhasil dikumpulkan oleh panitia pembangunan.

Untuk sambungan instalasi listrik dari PT. PLN Batam dan sambungan instalasi air bersih dari PT. ATB (Adhya Tirta Batam) sampai saat ini pun belum sanggup untuk dipasang karena keterbatasan dana yang ada. Tentunya pihak panitia / pengurus sangat mengharap adanya pribadi-pribadi ataupun instansi terkait yang peduli akan hal ini, sehingga bisa turut serta membantu agar realisasi sambungan instalasi listrik dan air di Musholla Al-Mutaqqin Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam dapat segera terwujud.

Sedangkan untuk rencana pembangunan kelengkapan musholla berupa sarana perpustakaan, TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an), perangkat sound system, karpet, lantai keramik dan penanaman pokok pohon buah serta pembangunan batu miring untuk menghindari longsor belum bisa terlaksana karena keterbatasan dana yang ada.

Perlu diterangkan bahwa, lokasi musholla yang disediakan oleh pihak pengembang berada di atas lereng bukit dengan bagian tepinya berupa jurang yang sangat dalam dengan tanah hasil timbunan yang rawan longsor. Untuk menghindari longsor dan bahaya bagi anak-anak saat bermain dan belajar di musholla sangat diperlukan pembangunan batu miring dan penanaman sekitar 400 batang pohon buah, dengan harapan selain untuk menahan agar tanah tidak longsor – pada saatnya pohon tersebut berbuah nanti akan memiliki nilai ekonomis tersendiri yang bisa digunakan untuk biaya operasional musholla secara mandiri. Kami sangat mengharapkan bantuan dari masyarakat dan / atau instansi terkait untuk pembangunan batu miring dan penanaman sekitar 400 pokok bibit buah, seperti buah mangga, jambu air, jambu batu, belimbing, rambutan, durian, sukun, cempedak, dll.

8. PENUTUP
Demikian proposal pembangunan Musholla ini disampaikan dengan harapan semoga terwujudnya Musholla Al-Mutaqqin dapat menjadi sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Alloh SWT bagi umat Islam, khususnya bagi warga muslim Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam dan masyarakat sekitarnya. Peran dan partisipasi dari semua pihak sangat di harapkan agar rencana dan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lancar. Akhirnya, semoga amal ibadah kita dapat diterima Alloh SWT. Amien.

Dengan mengharapkan Karunia dan Rahmat ALLAH SWT., serta bertawasul kepada sang Nabi Penutup, Rasulullah SAW., beserta ahli baitnya As., Kami mengetuk hati para Dermawan Muslimin dan Muslimat, untuk turut membantu meringankan beban Pembiayaan Pembangunan Musholla tersebut.

Semoga kemurahan hati para Dermawan mendapat balasan Pahala yang berlipat
dari ALLAH SWT., Amin Yaa Robbal ' Alamin

Terima kasih Jazakumullahu khairon katsiro.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


Ada Beberapa Hal Yang Perlu Kita Ketahui Agar Kita Selalu Semangat Ibadah :

1. Masjid adalah Baitullah atau Rumah Allah (QS An-Nur:36)

Allahpun berfirman "RumahKu dimuka bumi adalah masjid, para kekasihKu adalah mereka yang memakmurkan rumahKu.Barangsiapa yang ingin berjumpa denganKu hendaklah ia datang ke rumahKu,sungguh wajib bagi tuan rumah menghormati para tamunya."(hadis Qudsi)
Karena itulah Adzan bukan panggilan muazin, tapi panggilan Allah Kekasih untuk para kekasihNya.

2. Masjid rumah Rasulullah SAW

Ketika beliau sakit menjelang akhir hayat beliau, tatkala mendengar adzan Bilal, beliau berkata kepada Saidah Aisyah RA,antarkan aku ke rumahku! Saidah Aisyah keheranan dan seraya bertanya "Bukankah ini rumah engkau wahai kekasih Allah?" Rasulullah menjawab,"Tidak rumahku adalah masjid."

Kesempatan lainpun beliau bersabda :"Seandainya umatku mengetahui keutamaan shalat berjamaah di masjid ,merangkakpun mereka tetap shalat berjamaah dimasjid(muttafaqun 'alaiha)

3. Masjid rumah malaikat-malaikat Allah

Istana saja ada penjaganya apalagi masjid, para malaikat iu mendoakan dan mengaminkan doa mereka yang memakmurkan masjid(HR Ahmad).

4. Masjid adalah rumah orang-orang mukmin

Setiap makhluk ada rumahnya,dan rumah orang beriman adalah masjid. Simak dengan keimanan surat At-Taubah ayat 18 : "Sesungguhnya hanya hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah dan benar-benar beriman kepada hari akhirat, merekalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah."

(sumber:Majelisazzikra.org)

ALLAH SWT. dan Rasul-nya Muhammad SAW. Memerintahkan Umat Islam di manapun mereka berada agar membangun masjid. Alangkah indah dan bahagianya umat Islam apabila memiliki sarana peribadatan yang memadai keberadaannya.

"Barang siapa berangkat ke atau pulang dari masjid, niscaya Allah menyediakan tempat kediaman di surga setiap ia berangkat atau pulang." (HR. Bukhari dan Muslim).

"Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu Shalat di dalamnya terdapat orang-orang yang membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih." (QS. At - Taubah (9): 108)

"Hanya mereka yang memakmurkan masjid-masjjd Allah-lah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah. 9: 18)

"Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah milik Allah, maka janganlah engkau menyembah seseorang pun di dalamnya disamping (menyembah) Allah" (QS. Al-Jin: 18)

“Barangsiapa mendirikan karena Allah sesuatu Masjid, niscaya Allah mendirikan untuknya seperti yang ia telah dirikan itu, di dalam Surga”. (HR. Bukhori dan Muslim)

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat?” (HR. Muslim no. 7126)

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai.
[Ali Imran, 3:92]


Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah : 261)

"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma´ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar."(QS. An-Nisaa': 114)

Menurut Imam al-Suyuti (911 H), bila semua hadis mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:
1. ilmu yang bermanfaat,
2. doa anak shaleh,
3. sedekah jariyah (wakaf),
4. menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan,
5. mewakafkan buku, kitab atau Alquran,
6. berjuang dan membela Tanah Air,
7. membuat sumur,
8. membuat irigasi,
9. membangun tempat penginapan bagi para musafir,
10. membangun tempat ibadah dan belajar.

Kesepuluh hal di atas menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, karena orang yang masih hidup akan terus mengambil manfaat dari ke-10 hal tersebut. Manfaat yang dirasakan orang yang masih hidup inilah yang menyebabkannya terus mendapatkan pahala walau ia sudah meninggal dunia. Dari pemaparan di atas, sudah seharusnya kita berusaha mengamalkan 10 hal tersebut atau paling tidak mengamalkan salah satunya, agar kita mendapatkan tambahan pahala di akhirat kelak, sehingga timbangan amal kebaikan kita lebih berat dari pada timbangan amal buruk.

Allah SWT berfirman, ”Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS al-A’raf [7]: 8).

Allah SWT. berfirman: ‘’Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.’’ (Al-Baqarah: 110)
Ibnu Abbas r.a. berkata: “Abu Sufyan pernah memberitahukan sesuatu kepadaku dengan menyebutkan hadits Nabi SAW, yang artinya: ‘’Beliau memerintahkan kami mengerjakan shalat, membayar zakat, bersilaturrahmi, dan menjaga kesucian diri.’’(HR. Bukhari)

Dari Ibnu Abbas ia berkata bahwa Nabi pernah mengirim Mu’adz ke Yaman seraya berpesan: ‘’Ajaklah mereka bersaksi, bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan sesungguhnya aku (Muhammad) adalah Rasul-Nya. Jika mereka mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima perintah shalat pada setiap harinya. Jika mereka mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka untuk membayar zakat pada harta mereka yang diambil dari harta orang-orang kaya diantara mereka dan diserahkan kepada orang-orang miskin diantara mereka.’’ (HR. Bukhari dan An-Nasa’i)

Ya Allah baguskan agamaku karena ia menjadi peganganku.Baguskan duniaku karena disitulah kehidupanku, & baguskan akhiratku karena ia itu tempat aku kembali. Jadikan kehidupanku ini sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal soleh dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahat dari semua keburukan. (HR. Muslim) SOLEH kan Kami Ya Allah, krn dg SOLEH KAMI mampu meraup BERKAH & NIKMAT NYA HIDUP...Semoga berbahagia

































musala, mushalla, musola, Moslem, tembesi, pembangunan, mesjid, amal ibadah, sumbangan, Waqaf, mushola, muallaf, ustadz, ustadzah, kyai, bimbingan, agama, dien, muslimah, annisa, kiblat, pengajian, halaqoh, ta’aruf, doa, mustajab, social, sosial, asia, asian, brain, himpunan, forum, penggemar, persaudaraan, ukhuwah, islamiyah, hafiz, al-Qur’an, Hadits, malaikat, tuhan, angel, god, penghijauan, global, warming, pemanasan, melayu, malay, orang, wong, jowo, jawa, keturunan, asli, tobat, taubat, ikhtiar, usaha, rumah ibadah, tempat ibadah, pray, prayer, merdeka, freedom, top, jempol, jempoler, suka, keislaman, silaturahmi, forum, kajian, tafsir, arab, Arabic, asia, asian, Singapore, singapura, Malaysia, Malaysian, malay, melayu, Singaporean, muslimah, sorban, impian, mimpi, cita-cita, angan-angan, ustadz, ustadzah, waralaba, franchise, untung, rugi, bisnis, dermawan, hartawan, murah hati, rakyat, masyarakat, halal, batam, mosque, musholla, langgar, surau, masjid, zakat, infak, infaq, shodaqoh, sedekah, mushala, muslim, Islam, barelang, kepri, kepulauan riau, wakaf, amal jariyah, Mesjid, bansos, bantuan sosial, fitri, fitrah, kurban, qurban, Idhul Adha, Idhul Fitri, Fitrah,



Salam SUKSES by :
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/

personal brand, brand pribadi, merk pribadi, internet marketing, multi level marketing, network marketing, bisnis online, identitas pribadi, pengenal diri, identitas diri, MLM, DS, Direct Selling, pemasaran berjenjang, Prinsip Membangun Personal Brand,